Kebijakan pemerintah untuk menjadikan sungai Porong sebagai satu-satunya
saluran pembuangan lumpur Lapindo, telah menyebabkan kerugian yang sangat
besar, diantaranya kerusakan ekosistem sungai Porong di pesisir Sidoarjo dan
pencemaran selat Madura. Senyawa logam berat yang terkandung dalam lumpur
Lapindo, telah mengakibatkan kematian beberapa jenis biota perairan yang ada dalam
sungai Porong. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai
biomonitoring adanya pencemaran lingkungan perairan adalah eceng gondok
(Eichornia crassipes Solms).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, untuk mengetahui respon
biologis tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) akibat pencemaran logam
berat (Cd dan Pb) dalam lumpur Lapindo. Penelitian ini mengambil sampel air sungai
Porong, sungai Balungtani dan kontrol sebagai pembanding yang masing-masing
diambil 3 stasiun pengambilan sampel, dan pada setiap stasiun diambil 5 sampel
tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes). Sampel tumbuhan eceng gondok
(Eichornia crassipes), akan dianalisis aspek biologisnya yang meliputi organ akar,
batang dan daun, serta kandungan logam berat cd dan pb yang terakumulasi dalam
organ tumbuhan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan biologis pada tumbuhan eceng
gondok (Eichornia crassipes), sungai Porong dan sungai Balungtani dibandingkan
dengan kontrol. Perubahan biologis yang terlihat meliputi adanya perbedaan panjang
akar, berat kering akar, berat kering batang, tingkat nekrosis daun, nisbah tajuk akar,
dan kadar klorofil antara tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) sungai
Porong dan sungai Balungtani dibandingkan kontrol. Sedangkan untuk parameter
panjang batang dan berat kering daun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Berdasarkan hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa tumbuhan eceng gondok
(Eichornia crassipes), mampu mengakumulasi logam berat Cd dan Pb. Organ yang
paling berpotensi dalam menyerap Cd dan Pb adalah organ batang dengan rata-rata
Cd: 2,76 ppm dan Pb:4,41 ppm. Kemudian organ daun dengan rata-rata Cd:2,15 ppm
dan Pb:3,79 ppm dan akar Cd:2,01 ppm dan Pb:2,7 ppm.
saluran pembuangan lumpur Lapindo, telah menyebabkan kerugian yang sangat
besar, diantaranya kerusakan ekosistem sungai Porong di pesisir Sidoarjo dan
pencemaran selat Madura. Senyawa logam berat yang terkandung dalam lumpur
Lapindo, telah mengakibatkan kematian beberapa jenis biota perairan yang ada dalam
sungai Porong. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai
biomonitoring adanya pencemaran lingkungan perairan adalah eceng gondok
(Eichornia crassipes Solms).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, untuk mengetahui respon
biologis tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) akibat pencemaran logam
berat (Cd dan Pb) dalam lumpur Lapindo. Penelitian ini mengambil sampel air sungai
Porong, sungai Balungtani dan kontrol sebagai pembanding yang masing-masing
diambil 3 stasiun pengambilan sampel, dan pada setiap stasiun diambil 5 sampel
tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes). Sampel tumbuhan eceng gondok
(Eichornia crassipes), akan dianalisis aspek biologisnya yang meliputi organ akar,
batang dan daun, serta kandungan logam berat cd dan pb yang terakumulasi dalam
organ tumbuhan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan biologis pada tumbuhan eceng
gondok (Eichornia crassipes), sungai Porong dan sungai Balungtani dibandingkan
dengan kontrol. Perubahan biologis yang terlihat meliputi adanya perbedaan panjang
akar, berat kering akar, berat kering batang, tingkat nekrosis daun, nisbah tajuk akar,
dan kadar klorofil antara tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) sungai
Porong dan sungai Balungtani dibandingkan kontrol. Sedangkan untuk parameter
panjang batang dan berat kering daun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Berdasarkan hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa tumbuhan eceng gondok
(Eichornia crassipes), mampu mengakumulasi logam berat Cd dan Pb. Organ yang
paling berpotensi dalam menyerap Cd dan Pb adalah organ batang dengan rata-rata
Cd: 2,76 ppm dan Pb:4,41 ppm. Kemudian organ daun dengan rata-rata Cd:2,15 ppm
dan Pb:3,79 ppm dan akar Cd:2,01 ppm dan Pb:2,7 ppm.
Artikel Terkait:
Skripsi Biologi
- JASA PEMBUATAN SKRIPSI
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH UMUR PANEN DAN POSISI BIJI PADA TONGKOL TERHADAP KUALITAS FISIOLOGIS BIJI JAGUNG (Zea mays L.)
- Download Skripsi Gratis Biologi : EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa) PADA TIKUS MODEL DIABETES TIPE II
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH PENAMBAHAN ZPT 2,4-D (Dichlorophenoxyacetic Acid) TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH α-TOKOFEROL TERHADAP PERSENTASE KERUSAKAN, VIABILITAS DAN ABNORMALITAS SEL
- Download Skripsi Gratis Biologi : UJI KANDUNGAN SENYAWA ISOFLAVON DAN MORFOLOGI KALUS KEDELAI (Glycine max (L) Merr) DENGAN PENAMBAHAN ZPT 2,4 D PADA MEDIA MS
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L). Merrill)
- Download Skripsi Gratis Biologi : ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI SELULOLITIK DARI FESES KAMBING
- Download Skripsi Gratis Biologi : SURVEI KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COHb) DAN KESEHATAN PEKERJA PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN KOTA MALANG
- Download Skripsi Gratis Biologi : STUDI KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI DENPASAR BALI
No comments:
Post a Comment