Penyakit Jantung Koroner (Coronary Heart Disease) merupakan silent
killer yang ditimbulkan beberapa penyebabnya yaitu, stress dan peningkatan kadar
kolesterol di dalam darah. Stres dapat meningkatkan fungsi system otonom
terutama system simpatis yang akan berpengaruh terhadap kerja jantung. Kadar
kolesterol dalam darah yang meningkat, dapat mengakibatkan aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah suatu bentuk gumpalan yang terdapat pada lapisan intima
dan subendotel umumnya terjadi di arteri muskuler ukuran besar dan sedang.
Gumpalan yang disebut plak (plaque) atau kerak terdiri dari foam cell atau sel
busa, pada proses perkembangannya dapat menyempitkan luas penampang arteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres dan diet atherogenik
terhadap perkembangan foam cell tikus putih (R. norvegicus galur Sprague
Dawley).
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Islam
Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Penelitian ini bersifat
eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan model
percobaan faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah stres dengan paparan
predator dan diet atherogenik (hiperkolesterol) menggunakan lemak hewani dari
butter. Penghitungan kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah dilakukan
di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang dan Laboratorium Klinik Universitas Brawijaya Malang. Uji Beda Nyata
terkecil (BNT)5% dilakukan jika terdapat perbedaan nyata.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pemberian paparan stress
predator tidak berpengaruh terhadap profil lipid dan perkembangan foam cell
dengan F hitung < F table 5%. Pemberian diet atherogenik (tinggi kolesterol)
berpengaruh terhadap kolesterol total serum darah tikus putih (R. norvegicus) (4
minggu dan 8 minggu), dengan F hitung > F tabel 5% yaitu 18,43 > 5,12.
Pemberian diet atherogenik dengan perlakuan hiperkolesterol berpengaruh pada
trigliserida 4 minggu dengan hasil 5,29 > 5,12 dan berpengaruh terhadap
perkembangan foam cell 8 minggu dengan F hitung > F tabel 5% yaitu 9,22 >
5,12. Perlakuan pakan terbaik terhadap peningkatan kolesterol total serum darah
terlihat pada perlakuan pakan dengan diet hiperkolesterol yaitu 4 minggu dan 8
minggu.
killer yang ditimbulkan beberapa penyebabnya yaitu, stress dan peningkatan kadar
kolesterol di dalam darah. Stres dapat meningkatkan fungsi system otonom
terutama system simpatis yang akan berpengaruh terhadap kerja jantung. Kadar
kolesterol dalam darah yang meningkat, dapat mengakibatkan aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah suatu bentuk gumpalan yang terdapat pada lapisan intima
dan subendotel umumnya terjadi di arteri muskuler ukuran besar dan sedang.
Gumpalan yang disebut plak (plaque) atau kerak terdiri dari foam cell atau sel
busa, pada proses perkembangannya dapat menyempitkan luas penampang arteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres dan diet atherogenik
terhadap perkembangan foam cell tikus putih (R. norvegicus galur Sprague
Dawley).
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Islam
Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Penelitian ini bersifat
eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan model
percobaan faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah stres dengan paparan
predator dan diet atherogenik (hiperkolesterol) menggunakan lemak hewani dari
butter. Penghitungan kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah dilakukan
di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang dan Laboratorium Klinik Universitas Brawijaya Malang. Uji Beda Nyata
terkecil (BNT)5% dilakukan jika terdapat perbedaan nyata.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pemberian paparan stress
predator tidak berpengaruh terhadap profil lipid dan perkembangan foam cell
dengan F hitung < F table 5%. Pemberian diet atherogenik (tinggi kolesterol)
berpengaruh terhadap kolesterol total serum darah tikus putih (R. norvegicus) (4
minggu dan 8 minggu), dengan F hitung > F tabel 5% yaitu 18,43 > 5,12.
Pemberian diet atherogenik dengan perlakuan hiperkolesterol berpengaruh pada
trigliserida 4 minggu dengan hasil 5,29 > 5,12 dan berpengaruh terhadap
perkembangan foam cell 8 minggu dengan F hitung > F tabel 5% yaitu 9,22 >
5,12. Perlakuan pakan terbaik terhadap peningkatan kolesterol total serum darah
terlihat pada perlakuan pakan dengan diet hiperkolesterol yaitu 4 minggu dan 8
minggu.
Artikel Terkait:
Skripsi Biologi
- JASA PEMBUATAN SKRIPSI
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH UMUR PANEN DAN POSISI BIJI PADA TONGKOL TERHADAP KUALITAS FISIOLOGIS BIJI JAGUNG (Zea mays L.)
- Download Skripsi Gratis Biologi : EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa) PADA TIKUS MODEL DIABETES TIPE II
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH PENAMBAHAN ZPT 2,4-D (Dichlorophenoxyacetic Acid) TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH α-TOKOFEROL TERHADAP PERSENTASE KERUSAKAN, VIABILITAS DAN ABNORMALITAS SEL
- Download Skripsi Gratis Biologi : UJI KANDUNGAN SENYAWA ISOFLAVON DAN MORFOLOGI KALUS KEDELAI (Glycine max (L) Merr) DENGAN PENAMBAHAN ZPT 2,4 D PADA MEDIA MS
- Download Skripsi Gratis Biologi : PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L). Merrill)
- Download Skripsi Gratis Biologi : ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI SELULOLITIK DARI FESES KAMBING
- Download Skripsi Gratis Biologi : SURVEI KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN (COHb) DAN KESEHATAN PEKERJA PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN KOTA MALANG
- Download Skripsi Gratis Biologi : STUDI KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI DENPASAR BALI
No comments:
Post a Comment