Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April tahun 2008. Pemilihan daerah penelitian dilakukan secara Purposive yaitu daerah dipilih dengan cermat sehingga sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan sampel dilakukan secara simpel random sampling dan Sensus. Teknik simpel random sampling digunakan karena karakteristik petani yang menjadi sampel relatif homogen dan teknik sensus digunakan karena hanya terdapat 8 sampel yang ada di desa tersebut. Penentuan besarnya sampel dilakukan sebanyak 13 sampel di Desa Bantan dan 8 di Desa Bengkel. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari penduduk yang berada di Desa Bantan dan Desa Perbaungan serta lembaga atau instansi yang terkait dalam penelitian ini. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Jumlah produksi dan harga jual usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar 15.315,17/Ha, serta BEP Harga sebesar Rp. 383,00 buah/Ha. 2. Biaya produksi dari usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 4.375.548,54 per Ha dimana BEP Produksi sebesar 445,27 buah per Ha. 3. Pendapatan petani dari usahatani sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 13.228.078,96 per Ha dimana BEP Pendapatan sebesar Rp. 479.424,36 per Ha. 4. Penggunaan input produksi (luas lahan, tenaga kerja dan pupuk) secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani sukun, karena input produksi sangat menentukan keberhasilan suatu proses produksi, dan secara parsial yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah luas lahan dan pupuk. 5. Nilai Net B/C Ratio dan IRR rata-rata usahatani sukun adalah 24,25 dan 5,92% per petani, artinya Net B/C Ratio > 1 dan IRR > suku bunga maka usahatani sukun layak secara finansial untuk diusahakan. 6. Jumlah dan harga jual hasil olahan rata-rata dari usaha pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar 381,09 buah/bulan, sedangkan harga jual sebesar Rp. 24.031,3/kg dimana BEP Harga sebesar Rp. 13.337,99/kg per bulan. 7. Biaya Pengolahan dari usaha Pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. 5.106.641,12/bulan. 8. Pendapatan dari usaha pengolahan sukun telah melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp. Rp. 4.133.546,38/bulan dimana BEP Pendapatan sebesar Rp. 28.577,62/bulan.9. Usaha pengolahan sukun memberikan nilai tambah dimana nilai tambah rata-rata pengolahan sukun sebesar Rp. 5.120.920,31/kg, dengan produksi rata-rata 381,09 kg keripik sukun/bulan. 10. Nilai Net B/C Ratio dan IRR rata-rata usaha pengolahan keripik sukun adalah 22,76 dan 18,20%, artinya Net B/C > dan 1RR > suku bunga maka usaha pengolahan keripik sukun layak secara finansial untuk diusahakan.

Artikel Terkait:
Skripsi Agrobisnis
- Dampak Penerapan Iso 9001:2000 Terhadap Tingkat Penjualan Produk Cpo, Harga Produk Cpo Dan Keuntungan di P.T. Perkebunan Nusantara V Riau
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Ketersediaan Daging Ayam (Broiler) di Kota Medan
- Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Tingkat Adopsi Petani Terhadap Usaha Tani Padi Organik (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai)
- Analisis Pendapatan Pengerajin Sapu Ijuk Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga
- Analisis Perbandingan Nilai Tambah Pengolahan Ubi Kayu Menjadi Tepung Mocaf Dan Tepung Tapioka Di Kabupaten Serdang Bedagai (Kasus: Desa Bajaronggi, Kecamatan Dolok Masihul Dan Kecamatan Sei Rampah).
- Partisipasi Petani Dalam Penerapanpertanian Padi Organik (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas,Kecamatan Perbaungan,Kabupaten Serdang Bedagai)
- Analisis Produksi Dan Pendapatan Usaha Ternak Kambing Pedaging Sistem Intensif (Kasus : Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kec. Medan Marelan, Kota Medan)
- Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Kopi Luwak Bermerek di Kota Medan
- Analisis Break Even Point dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Kebun Bah Birung Ulu
- Analisis Usahatani Jambu Biji (Studi Kasus : Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang)
No comments:
Post a Comment