Abstract
INDONESIA:
Dukungan sosial orang tua merupakan salah satu elemen penting yang diterima oleh anak karena dengan dukungan yang diterima anak akan merasa dekat dengan orang tua dan hubungan di antara keduanya akan lebih baik. Prokrastinasi merupakan kebiasaan menunda untuk memulai menyelesaikan segala sesuatu. Prokrastinasi dapat dipandang dari berbagai segi, karena prokrastinasi melibatkan berbagai unsur masalah yang kompleks yang saling terkait satu dengan yang lainnya.
Penelitian ini dilakukan di SMA PGRI Kota Batu. Penelitian ini merumuskan suatu masalah tentang (1) Bagaimanakah tingkat dukungan sosial dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu ? (2) Bagaimanakah tingkat prokrastinasi dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu ? (3) Bagaimanakah hubungan antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu ? dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingginya dukungan sosial, prokrastinasi, dan membuktikan adanya hubungan di antara keduanya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan di SMA PGRI Kota Batu dengan jumlah populasi 81 siswa yang kemudian diteliti secara keseluruhan yang sebelummya siswa tersebut diambil sesuai dengan tujuan penelti purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian adalah skala Dukungan Sosial dan Skala Prokrastinasi, selain itu peneliti juga menggunakan metode dokumentasi, observasi dan wawancara.
Dari hasil pengujian data skala dukungan sosial yang telah dilakukan oleh peneliti rata-rata siswa mendapatkan tingkat dukungan sosial sedang yakni 66,7%, sedangkan kategori tinggi sebesar 18,5% dan kategori rendah sebesar 14,8%. Sedangkan untuk skala prokrastinasi rata-rata siswa memiliki tingkat prokrastinasi sedang yakni sebesar 59,2%, dan kategori tinggi sebesar 19,8% serta kategori rendah sebesar 21%. Kemudian setelahj dilakukan analisa data dengan menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS 16.0 didapatkan hasil sebesar 0,239 dan signifikansi 0,031. Dari hasil tersebut terbukti bahwa tidak ada hubungan antara Dukungan Sosial dan Prokrastinasi Akademik pada siswa SMA PGRI ota Batu, karena hipotesis awal peneliti mengakatakan bahwa Jika Dukungan Sosial tinggi makan tingkat prokrastinasi rendah, begitu juga sebalinya jika tingkat Dukungan Sosial rendah maka prokrastinasi tinggi.
ENGLISH:
Social support of parents is one of the important elements received by the child because the child support received will feel close to their parents and the relationship between the two would be better. Procrastination is a habit of delaying the start finish everything. Procrastination can be viewed in many ways, because of procrastination involves various elements of complex issues that are related to one another.
This research was conducted in SMA PGRI Batu City. This study formulates a problem of ( 1 ) How is the level of social support in the school work in high school students PGRI Batu City ? ( 2 ) How is the level of procrastination in school work on High School Students PGRI Batu City ? ( 3 ) What is the relationship between social support with academic procrastination in school work on High School Students PGRI Batu City ?. Moreover, this study aims to determine the high social support, procrastination, and prove the existence of a relationship between them.
This study was conducted using quantitative methods in SMA PGRI Batu City with a population of 81 students were then examined as a whole that the student previously taken in accordance with the purpose of research institute, purposive sampling. The scale used in the study is the scale and the Social Support Scale Procrastination, besides researchers also used the method of documentation, observation and interviews.
From the results of testing the social support scale data has been done by researchers on average student’s gain the level of social support was 66.7 %, while the high category of 18.5 % and 14.8% lower category. As for procrastination scale the average student has a moderate level of procrastination which amounted to 59.2 %, and 19.8% of high category and 21% lower category. Then after analysis of data using product moment correlation with SPSS 16.0 showed significance at 0.239 and 0.031. From these results it is evident that there is no relationship between Social Support and Academic Procrastination in high school students PGRI Batu City, because early researchers hypothesized was saying that if high social support eating a low level of procrastination, as well as if the opposite of the low levels of social support the high procrastination.
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Siswa atau peserta didik adalah mereka yang
secara khusus diserahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran
yang diselenggarakan di sekolah, dengan tujuan untuk menjadi manusia yang
berilmu pengetahuan, berketerampilan, berpengalaman, berkepribadian, berakhlak
mulia, dan mandiri. Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai
dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh
aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masingmasing
anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi
oleh perkembangan anak yang tidak sama itu, di samping karakteristik lain yang
melekat pada diri anak.1 Seseorang yang mempunyai kesulitan untuk melakukan
sesuatu, sesuai batas waktu yang telah ditentukan, sering mengalami
keterlambatan, mempersiapkan sesuatu dengan sangat berlebihan, maupun gagal
dalam menyelesaikan tugas sesuai batas waktu yang telah ditentukan, dikatakan
sebagai seorang yang melakukan prokrastinasi, sehingga prokrastinasi dapat
dikatakan sebagai salah satu perilaku yang tidak efisien dalam menggunakan
waktu, dan adanya kecenderungan untuk tidak segera memulai suatu kerja ketika
menghadapi 1 M. Nur Ghufron.2003. ”Hubungan Kontrol Diri Dan Persepsi Remaja
Terhadap Penerapan Disiplin Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik’’.Tesis,
Jogjakarta:Universitas Gadjah Mada 2 suatu tugas. Prokrastinasi dapat dipandang
dari berbagai segi, karena prokrastinasi ini melibatkan berbagai unsur masalah
yang komplek, yang saling terkait satu dengan lainnya. Prokrastinasi bisa
dikatakan sebagai hanya suatu penundaan atau kecenderungan menunda-nunda
memulai suatu kerja. Seseorang yang melakukan prokrastinasi tahu bahwa tugas
yang dihadapinya harus segera diselesaikan dan berguna bagi dirinya, akan
tetapi dia menunda-nunda untuk mulai mengerjakannya atau menunda-nunda untuk
menyelesaikan sampai tuntas jika dia sudah mulai mengerjakan sebelumnya. Orang
yang melakukan prokrastinasi memerlukan waktu yang lebih lama daripada waktu
yang dibutuhkan pada umumnya dalam mengerjakan suatu tugas. Seorang
prokratinator menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk mempersiapkan diri
secara berlebihan, maupun melakukan hal-hal yang tidak dibutuhkan dalam
penyelesaian suatu tugas, tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang
dimilikinya.2 Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa SMA PGRI Kota Batu.
Sekolah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang juga sangat menjunjung
keberhasilan pembelajaran, sehingga siswa yang dihasilkan mampu berperan dalam
persaingan global. Usaha ke arah tersebut sudah banyak dilakukan oleh pihak
lembaga terkait, dengan harapan akan mampu menciptakan manajemen pembelajaran
dengan baik yang pada akhirnya akan menjadi sekolah yang berkualitas, namun
pada kenyataannya, usaha yang dilakukan pihak sekolah belum cukup membuahkan
hasil. Pasalnya siswa pada sekolah ini masih banyak 2 Irmawati Dwi Fibrianti.
2009.“Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik Dalam
Mengerjakan Skripsi”. Fakultas Psikologi Undip 3 yang melakukan prokrastinasi
dalam pengerjaan tugas sekolah dan hal tersebut tercantum dalam buku kasus yang
dimiliki setiap siswa. Prokrastinasi dapat dikatakan sebagai suatu penundaan
atau kecenderungan menunda-munda memulai suatu kerja, namun prokrastinasi juga
bisa dikatakan sebagai penghindaran tugas, yang diakibatkan oleh perasaan yang
tidak senang terhadap tugas dan ketakutan untuk gagal dalam mengerjakan tugas.
Setiap orang baik tua maupun muda, pengangguran ataupun profesional yang
sukses, dapat menjadi prokrastinator karena prokrastinasi tidak membeda-bedakan
atas dasar ras, kepercayaan, jenis kelamin, ataupun suku bangsa (Burka &
Yuen, 1983,) Gottlieb (Dalam Cohen) menyatakan dukungan sosial terdiri dari
informasiatau nasehat verbal maupun non verbal, bantuan nyata, atau tindakan
yang didapatkankarena kehadiran orang lain dan mempunyai manfaat emosional atau
efek perilaku bagi pihak penerima. Gottlieb menyatakan bahwa dukungan sosial
mengacu pada memberikan kenyamanan pada orang lain, merawatnya atau
menghargainya.3 Pendapat senada juga diungkapkan oleh Saroson yang menyatakan
bahwadukungan sosial adalah adanya transaksi interpersonal yang ditunjukkan
denganmemberikan bantuan pada individu lain, dimana bantuan itu umunya
diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan. Dukungan
sosial dapat berupa pemberian infomasi, bantuan tingkah laku, ataupun 3 Seldon
Cohen, “Social Relationshipsand Health”, (Journal of AmericanPsychologist)
diakses pada 3 Desember 2013 4 materi yang didapat dari hubungan sosial akrab
yang dapat membuat individu merasa diperhatikan, bernilai, dan dicintai.4 Rook
mendefinisikan dukungan sosial sebagai salah satu fungsi pertalian sosial yang
menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal yang akan
melindungi individu dari konsekuensi stres. Dukungan sosial yang diterima dapat
membuat individu merasa tenang, diperhatikan, timbul rasa percaya diri dan
kompeten. Tersedianya dukungan sosial akan membuat individu merasa dicintai,
dihargai dan menjadi bagian dari kelompok. Senada dengan pendapat di atas,
beberapa ahli Cobb menyatakan bahwa individu yang memperoleh dukungan sosial
akan meyakini individu dicintai, dirawat, dihargai, berharga dan merupakan
bagian dari lingkungan sosialnya. Menurut Schwarzer and Leppin, 1990 dalam
Smet, 1994; dukungan sosial dapat dilihat sebagai fakta sosial atas dukungan
yang sebenarnya terjadi atau diberikan oleh orang lain kepada individu
(perceived support) dan sebagai kognisi individu yang mengacu pada persepsi
terhadap dukungan yang diterima (received support).5 Berdasarkan uraian di atas
dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial adalah dukungan atau bantuan yangh berasal
dari orang yang memiliki hubungan sosial akrab dengan individu yang menerima
bantuan. Bentuk dukungan ini dapat berupa infomasi, tingkah laku tertentu,
ataupun materi yang dapat menjadikan individu yang menerima bantuan merasa
disayangi, diperhatikan dan bernilai. 4 Valentina Hlebe dkk, “Social Support
Network and Received Support at Stressful Events”, (Journal of Metodolovki
zvezki, Vol. 6, No. 2, 2009, 155-171), diakses pada 3 Desember 2013 5 Irmawati
Dwi Fibrianti. 2009. Hubungan Antara Dukungan Sosial Orangtua Dengan
Prokrastinasi Akademik Dalam Menyelesaikan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas
Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Fakultas Psikologi UNDIP. Skripsi 5
Visi dan Misi SMA PGRI Kota Batu berorientasi pada terwuudnya keunggulan di
bidang Sain dan Keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, membuat peneliti
tertarik melaksanakan penelitian di SMA PGRI Kota Batu. Berdasarkan uraian di
atas, penulis tertarik untuk meneliti “Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua
Dengan Prokrastinasi Akademik Dalam Mengerjakan Tugas Pada Siswa SMA PGRI Kota
Batu”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan
dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah tingkat dukungan sosial dalam
mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu ? 2. Bagaimanakah
tingkat prokrastinasi dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota
Batu ? 3. Bagaimanakah hubungan antara dukungan sosial dengan prokrastinasi
akademik dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu ? C.
Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah, maka penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk : 1. Untuk mengetahui tingkat dukungan sosialdalam
mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota Batu. 2. Untuk mengetahui
tingkat prokrastinasidalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota
Batu. 6 3. Untuk membuktikan hubungan antara dukungan sosial orangtua denga
prokrastinasi akademik dalam mengerjakan tugas sekolah pada Siswa SMA PGRI Kota
Batu. D. Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis yaitu sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah memberikan
sumbangan ilmiah pada pengembangan psikologi pendidikan khususnya tentang
masalah prokrastinasi dan dukungan sosial orang tua 2. Manfaat Praktis Manfaat
praktis dari penelitian ini adalah untuk dapat membantu mengetahui dan menjadi
bahan pertimbanngan antisipasif sebab-sebab terjadinya prokrastinasi akademik
khususnya pada proses pengerjaan tugas sekolah serta memberi masukan secara
tidak langsung kepada orang tua dan siswa tentang pentingnya dukungan sosial
dalam kegiatan akademik. E. Penelitian Terdahulu 1. Tinjauan Ilmiah Kebiasaan
Siswa Menunda Tugas (Prokrastinasi) di SMP Negeri 126 Jakarta . Oleh Dwi Anna
Dyah Pangestuti, 2009 7 Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin
procrastination dengan awalan “pro” yang berarti mendorong maju atau bergerak
maju dan akhiran “crastinus”. yang berarti keputusan hari esok, atau jika
digabungkan menjadi menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya.
Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas
formal yang berhubungan dengan tugas akdemik, misalnya tugas sekolah atau tugas
kursus. Prokrastinasi non-akademik adalah penundaan yang dilakukan pada jenis
tugas non-formal atau tugas yang berhubungan dengan kehidupan seharihari,
misalnya tugas rumah tangga, tugas sosial, tugas kantor dan lain sebagainya
Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi. Seseorang
melakukan prokrastinasi tahu bahwa tugas yang dihadapinya harus segera
diselesaikan dan berguna bagi dirinya, akan tetapi dia menunda-nunda untuk
mulai mengerjakannya atau menunda-nunda untuk menyelesaikan sampai tuntas jika
dia sudah mulai mengerjakan sebelumnya Keterlambatan dalam mengerjakan tugas.
Orang yang melakukan prokrastinasi memerlukan waktu yang lebih lama daripada
waktu yang dibutuhkan pada umumnya dalam mengerjakan suatu tugas. Seorang
prokratinator menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk mempersiapkan diri
secara berlebihan, maupun melakukan hal-hal yang tidak dibutuhkan 8 dalam
penyelesaian suatu tugas, tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang
dimilikinya. Kadang-kadang tindakan tersebut mengakibatkan seseorang tidak
berhasil menyelesaikan tugasnya secara memadai. Kelambanan, dalam arti
lambannya kerja seseorang dalam melakukan suatu tugas dapat menjadi ciri yang
utama dalam prokrastinasi akademik. Seorang prokrastinator sering mengalami
keterlambatan dalam memenuhi deadline yang telah ditentukan, baik oleh orang
lain maupun rencanarencana yang telah dia tentukan sendiri. Seseorang mungkin
telah merencanakan untuk mulai mengerjakan tugas pada waktu yang telah ia
tentukan sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik dapat
dikategorikan menjadi dua macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu yang
mempengaruhi prokrastinasi. Dan Faktor eksternal, yaitu faktor-faktor yang
terdapat di luar diri individu yang mempengaruhi prokrastinasi. 2. Hubungan
Antara Kecerdasan Emosional dan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang Menyusun
Skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. Oleh Sarah Devina
Kecerdasan emosional sangat berpengaruh pada mahasiswa yang sedang menyusun
skripsi. Seseorang yang tidak dapat 9 mengendalikan emosinya dengan baik, akan
mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan untuk berkonsentrasi pada
tugas atau pekerjaannya. Tetapi seseorang yang mampu mengelola perasaan dengan
baik, maka akan mampu memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuannya untuk
menyelesaikan skripsi dengan baik.. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
hubungan antara kecerdasan emosional dengan prokrastinasi pada mahasiswa yang
menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik
pengumpulan data menggunakan teknik skala. Untuk mengukur kecerdasan emosional
adalah dengan menggunakan skala kecerdasan emosional yang didasarkan dari
komponen komponen kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh Goleman (2008),
sedangkan untuk mengukur prokrastinasi pada mahasiswa yang menyusun skripsi
adalah dengan menggunakan skala prokrastinasi yang didasarkan dari ciri-ciri
prokrastinasi yang dikemukakan oleh Ferrari dan McCown (2008). Subjek pada
penelitian adalah mahasiswa yang sedang menyusun skripsi Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma angkatan 2006 sebanyak 118 subjek. Hasil pengujian
validitas item dalam penelitian ini untuk skala kecerdasan emosional bergerak
dari 0.314 – 0.673 dengan reliabilitas sebesar 0.918. Sedangkan korelasi skor
total item pada skala sikap prokrastinasi bergerak antara 0.324 – 0.705 dengan
reliabilitas sebesar 0.941. Berdasarkanhasil analisis datayang dilakukan dengan
menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson (1-tailed) 10 diketahui
nilai koefisien korelai sebesar r = - 0.503 dengan taraf signifikansi sebesar
0.000 (p < 0.01). Artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara
kecerdasan emosional dengan prokrastinasi pada mahasiswa yang sedang menyusun
skripsi, dimana semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin rendah
tingkat prokrastinasi pada mahasiswayang menyusun skripsi.
Untuk Mendownload Skripsi "Skripsi Psikologi" : Hubungan dukungan sosial orangtua dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan tugas sekolah pada siswa SMA PGRI KOTA BATU" Untuk Mendownload skripsi ini silakan klik link dibawah ini
DOWNLOAD
No comments:
Post a Comment